Cara Kerja Teknologi Garis Gawang

Cara Kerja Teknologi Garis Gawang

Berita Bola, TUJUAN tim sepakbola dalam setiap pertandingan yang mereka lalui adalah mencetak gol dan memenangkan pertandingan. Namun dalam sejarah sepakbola selama ini, terdapat beberapa tim yang harus mengalami hasil buruk lantaran mengalami sebuah gol yang kontroversial.

Anda mungkin masih ingat dengan insiden sepakan Frank Lampard di Piala Dunia 2010 yang seharusnya bisa membawa Timnas Inggris menyamakan kedudukan dari Jerman. Lalu “gol hantu” dari Stefan Kiessling saat Bayer Leverkusen kontra Hoffenheim di Bundesliga 2013-2014.

Untuk meminimalisir kesalahan manusia yang ada pada diri wasit, maka sejumlah induk sepakbola di Eropa pun mulai mengembangkan teknologi yang bernama goal-line technology. Teknologi ini diklaim bisa membantu sang pemimpin laga untuk menentukan gol atau tidaknya dalam sudut pandang yang sempit.

Lalu, apa saja elemen yang mendukung goal-line technology bekerja? Maka dari itu, kami akan coba membeberkan dengan detail elemen-elemen yang membuat teknologi tersebut bekerja dalam menentukan apakah bola sudah melewati garis gawang atau belum.

1. Bola yang digunakan

Terdapat bola khusus agar goal-line technology mampu bekerja di sebuah pertandingan. Bola yang digunakan sebetulnya tidak terlalu berbeda dengan bola-bola yang biasa digunakan dalam sebuah pertandingan. Tapi, terdapat sebuah chip yang berada di dalam bola tersebut untuk memberikan segala informasi mengenai keberadaan bola di atas lapangan selama laga berlangsung.

2. Unit penerima

Unit ini menerima pesan dari komputer dan menentukan apakah gol telah dicetak. Unit ini berbentuk biasanya berbentuk seperti sebuah jam tangan yang dipakai hakim garis serta wasit. Apabila memang bola telah melewati garis gawang, maka akan ada pesan bertulisan “goal” dalam unit ini.