Piala Dunia 2022 akan Menjadi Bencana Jika Dipaksakan

Piala Dunia 2022 akan Menjadi Bencana Jika Dipaksakan

Agen Bola, Bandar Bola, Judi Online
Piala Dunia 2022 akan Menjadi Bencana Jika Dipaksakan

 

Agen Bola – Piala Dunia 2022 akan Menjadi Bencana Jika Dipaksakan,

FIFA memutuskan akan menggelar Piala Dunia 2022 di Qatar. Keputusan menggelar Piala Dunia di negeri kaya minyak itu menimbulkan kontroversi. Penyebabnya karena Piala Dunia 2022 akan berlangsung pada pertengahan November-Desember, atau saat musim dingin, masa ketika kompetisi domestik Eropa sedang berjalan dan saat suhu mendekati titik beku.

Kontroversi tak berhenti hanya di persoalan cuaca, tapi juga ke hal-hal lain di luar lapangan sepakbola. Banyak pihak meminta agar FIFA mempertimbangkan atau bahkan membatalkan penyelenggaraan Piala Dunia 2022 di Qatar. Jika tetap dipaksakan, dikhawatirkan akan muncul bencana, bukan disebabkan oleh alam, tapi musibah kemanusiaan dan keamanan.

Mengapa Piala Dunia Qatar 2022 berpotensi menimbulkan bencana , berikut beberapa analisis Business Insider, mengutip dari Yahoo Sports, Selasa (3/3/2015):

1. International Trade Union Confederation (ITUC) melaporkan ada sekitar 1.200 pekerja migran yang meninggal dunia di Qatar dalam periode Desember 2010 hingga Maret 2014. Kebanyakan pekerja yang kehilangan nyawanya itu berasal dari Nepal dan India.

Perlakuan buruk majikan dan lingkungan pekerjaan yang tidak aman diduga menjadi penyebab kematian ribuan pekerja tersebut. Seperti bekerja di di tengah cuaca panas tapi tanpa disediakan air minum yang cukup, gaji dan paspor yang ditahan hingga asrama yang sempit.

Agen Bola | Judi Online | Bandar Bola | Agen Casino

2. Qatar juga dituduh memberikan suap sebesar jutaan dollar kepada beberapa eksekutif FIFA. Suap diberikan agar mereka terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 dalam pemungutan suara yang berlangsung pada 2010.

Beberapa anggota komite eksekutif FIFA terbukti menerima atau meminta suap dari pihak Qatar. Seperti Ricardo Texeira, Mohammed bin Hammam dan Jack Warner. Hammam dan Warner dihukum seumur hidup tidak boleh terlibat di semua kegiatan sepakbola nasional, regional dan internasional. Praktik suap berisiko menimbulkan kekacauan atau gangguan pelaksanaan Piala Dunia karena bisa saja manajemen pengawasan keselamatan dan keamanan menjadi tergadaikan.

3. Qatar dikecam oleh operator liga domestik Eropa karena tetap ngotot menggelar Piala Dunia 2022 di musim dingin, antara pertengahan November-Desember. Para operator liga domestik protes karena di periode itu adalah masa sibuk kompetisi Eropa dan pastinya klub-klub tak akan mau melepaskan pemainnya untuk membela timnasnya masing-masing. Sedangkan pihak Qatar beralasan jika Piala Dunia 2022 digelar di antara Mei-Juli, maka pemain, staf, panitia dan penonton akan tersengat cuaca panas yang bisa mencapai 41 derajat celcius.

Qatar yakin Piala Dunia 2022 di musim dingin aman karena mereka akan menyediakan penghangat raksasa dan percaya FIFA bisa mengatur jadwal kompetisi domestik, terutama di Eropa, agar sesuai dengan jadwal penyelenggaraan turnamen.

4. Belum ada satu pun stadion standar FIFA yang dibangun. Memang Piala Dunia 2022 masih akan berlangsung tujuh tahun lagi. Idealnya dibutuhkan delapan sampai 12 stadion agar 64 pertandingan dari penyisihan grup hingga final bisa terselenggara dan mampu menampung jutaan penonton. Tak hanya itu, panitia harus sudah selesai membangun semua stadion dan sarana pendukung seperti hotel, jalan raya, bandara, rumah sakit, jaringan transportasi dan pusat informasi setidaknya satu tahun sebelum kick off perdana. Wajar kalau Qatar belum punya stadion standar Piala Dunia karena memang negara itu tidak memiliki akar tradisi sepakbola yang kuat.

 

Kampusbet | Jendralpoker
Kami ada karena Anda

BBM : 2AE11015
SMS : +62 8788 7980 368
WhatsApp : +855 8731 8883
WeChat : KampusBet
YM : CSKampusbet@yahoo.com
Facebook : kampusbet
Twitter : Kampusbet
Google+ : Kampusbet